Minggu, 22 Desember 2013

Part II



“Teng… teng… teng” tanda bel masuk kelas telah berbunyi, bersamaan pula datangnya Vivi yang masih semrawut.
          “Hai temen-temen! Dah dari tadi ya? Wah, jadi malu nih. Hehehe.” Ucapan enteng Vivi, seakan tak merasa berdosa.
          Tiba-tiba teman-temannya serempak agak kesel, “Iya, Vivi!!!”

          Tak berapa lama kemudian mobil penjemput pun datang. Sambil kemas-kemas, mereka menaikkan ransel dan alat masing-masing.

          Disepanjang perjalanan mereka bergembira sambil bernyanyi. Tak kalah asyiknya Vivi dan Sari yang menikmati perjalanan dengan brcerita tukar pikiran, sesekali mereka berkhayal tentang alam.
          Saking asyiknya menikmati pemandangan alam, sampai-sampai merekapun tak menyadari bahwa Gelanggang Perkemahan telah didepan mata. Merekapun turun satu persatu dengan ransel masing-masing.
          Setelah mereka selesai mendirikan tenda, wajah-wajah lusuh mereka menandakan rasa capek yang teramat sangat. Merekapun istirahat untuk melepas dahaga dan mengisi perut yang keroncongan.
          Tiba-tiba Sari menarik tangan Vivi,
          “ Ayo Vi, ikut aku bentar! Kita cari tempat yang enak yuk? Aku gerah disini.” ucap Sari sambil menarik tangan Vivi.
          “ Aduh Sari, mau kemana sih? Capek nih.”
          “ Ayolah Vi, dijamin nggak bakal kecewa deh.” ajak Sari yang tetap menarik tangan Vivi.

          Sampai di sebuah bangunan tua merekapun terdiam, sambil sesekali mereka saling pandang, heran.
          Sebuah bangunan tua yang bertingkat tetapi tak beratap, dan bangunanpun tak sekokoh bangunan yang ada.
          “ Vi, kayaknya seru deh disitu. Naik yuk!” rengek Sari sambil menarik tangan Vivi.
          “ Ok. Ayo! “ jawab Vivi yang ternyata juga sependapat dengan Sari.

          Semangat ’45 pun mereka kobarkan, sambil menaiki tangga satu persatu yang sesekali getaran-getarannya serasa ingin runtuh. Bangunan tua itu agaknya mulai tak bersahabat. Tetapi merekapun berhasil mencapai atap yang sangat mengasingkan.

5 komentar: