Part II
“Teng… teng…
teng” tanda bel masuk kelas telah berbunyi, bersamaan pula datangnya Vivi yang
masih semrawut.
“Hai temen-temen! Dah dari tadi ya?
Wah, jadi malu nih. Hehehe.” Ucapan enteng Vivi, seakan tak merasa berdosa.
Tiba-tiba teman-temannya serempak agak
kesel, “Iya, Vivi!!!”
Tak berapa lama kemudian mobil
penjemput pun datang. Sambil kemas-kemas, mereka menaikkan ransel dan alat
masing-masing.
Disepanjang perjalanan mereka
bergembira sambil bernyanyi. Tak kalah asyiknya Vivi dan Sari yang menikmati
perjalanan dengan brcerita tukar pikiran, sesekali mereka berkhayal tentang
alam.
Saking asyiknya menikmati pemandangan
alam, sampai-sampai merekapun tak menyadari bahwa Gelanggang Perkemahan telah
didepan mata. Merekapun turun satu persatu dengan ransel masing-masing.
Setelah mereka selesai mendirikan
tenda, wajah-wajah lusuh mereka menandakan rasa capek yang teramat sangat.
Merekapun istirahat untuk melepas dahaga dan mengisi perut yang keroncongan.
Tiba-tiba Sari menarik tangan Vivi,
“ Ayo Vi, ikut aku bentar! Kita cari
tempat yang enak yuk? Aku gerah disini.” ucap Sari sambil menarik tangan Vivi.
“ Aduh Sari, mau kemana sih? Capek nih.”
“ Ayolah Vi, dijamin nggak bakal
kecewa deh.” ajak Sari yang tetap menarik tangan Vivi.
Sampai di sebuah bangunan tua
merekapun terdiam, sambil sesekali mereka saling pandang, heran.
Sebuah bangunan tua yang bertingkat
tetapi tak beratap, dan bangunanpun tak sekokoh bangunan yang ada.
“ Vi, kayaknya seru deh disitu. Naik yuk!”
rengek Sari sambil menarik tangan Vivi.
“ Ok. Ayo! “ jawab Vivi yang ternyata
juga sependapat dengan Sari.
Semangat ’45 pun mereka kobarkan,
sambil menaiki tangga satu persatu yang sesekali getaran-getarannya serasa
ingin runtuh. Bangunan tua itu agaknya mulai tak bersahabat. Tetapi merekapun
berhasil mencapai atap yang sangat mengasingkan.
ditunggu cerita selanjutnya
BalasHapuslanjut *padahalgangerti*
BalasHapus:-p hehe
BalasHapusmampir blog ku dong mba hehehe
BalasHapusbagus
BalasHapus