Senin, 23 Desember 2013

Part III



Sebuah atap yang menunjukkan banyak keanehan. Ada banyak bekas-bekas tulang yang tak menentu, ntah tulang apa. Banyak juga mereka temui atap-atap yang membekas seperti bangunan yang habis dibakar.
Tetapi mereka tak memperdulikannya, dan merekapun mulai bercerita sambil berkhayal.
          “ Wah Vi, bangunan ini kayaknya udah lama banget yah? Coba bersih, pasti aku bakalan bangun rumah disini. Trus kita tinggal sama-sama didalamnya. Hehehe.” ucap Sari sambil ngigo’.
          “ Hahaha… lucu juga ya? Trus kita buat atapnya yang transparan. Kan kalau malem bisa sambil lihat bintang.” Seketika mereka saling pandang dan tawa merekapun meledak. Sambil terus tertawa, mereka menikmati hari, tak terasa mentaripun telah berada di ujung barat, pertanda sore kan segera tiba.
          “ Ri, turun yuk! Udah sore nih. Ntar juga kita dicari’in temen-temen lagi.” Ajak Vivi.
          “ Yaudah yuk, aku juga dah laper nih. Hehe.” Jawab Sari sambil cengengesan.

          Sorepun tlah berlalu dan malampun mulai menyelimuti hari-hari mereka yang sangat melelahkan oleh tugas-tugas yang ada. Merekapun mulai istirahat untuk memulihkan energi mereka yang sempat terkuras. 


Ceritanya mpe sini dulu yah... ;-) hehe

4 komentar: